Merdeka atau Mati….mati aja…!
Indonesia tlah memasuki usia yang ke 61 sejak Soekarno-Hatta memproklamirkannya.Kemerdekaan yang patut kita syukuri dan isi dengan pengabdian untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Kemerdekaan yang dari sejak nenek moyangku turut memperjuangkannya sampai darah penghabisan. Tapi pada kenyataannya setelah merdeka…masih banyak orang yang tadinya berjuang mati-matian merebut kemerdekaan, pada akhirnya tidak bisa menikmati hasil perjuangannya itu.
Malah yang menikmati sekarang pada akhirnya berkhianat pada perjuangan yang tadinya tulus dan ikhlas demi mengenyahkan penjajahan dimuka bumi ini. Berkhianat dengan jalan hanya menikmati kemerdekaan itu dengan hal2 yang sia-sia dan merugikan bangsa dan negara serta rakyat yang lain. seperti misalnya setelah mendapat kekuasaan dan kedudukan yang enak tapi malah korup terhadap segala hal, tidak sesuai dengan janji-janji yang sebelum menjadi penguasa akan membawa perubahan yang lebih baik dan positif.
Kalo memang sperti itu adanya……mengapa musti milih merdeka……?. Mestinya ketika orang bertanya "Merdeka atau mati….?" , maka yang dipilih adalah Mati….!
Ada cerita mengenai seorang teman, dia bekerja disuatu instansi yg katakanlah basah dengan fulus dan proyek, dia menduduki suatu jabatan yg lebih enak dari karyawan lainnya. Ketika dia tahu bahwa kedudukannya basah dan bisa nganbil sana ngambil sini maka dia dengan tamaknya melakukan berbagai macam korupsi dan penyelewengan2 yg menurut dia wajar2 saja. sampai pada akhirnya kelakuan buruknya dia diketahui publik, maka dia diseret kemahkamah pengadilan. Dia jadi stress dan kaget sehingga ketika dipenjara dia jadi sakit sakitan dan akhirnya mati. Begitulah bila memang merampas hak orang lain, merampas hak rakyat, merampas hak dirinya sendiri dengan ketamakannya. Daripada MERDEKA maka malahan MATI sia-sia.