PENGAKUAN KEJUJURANKU

Bandung ……..

 

  Dear  :My Girl

 

Girl…! Sebelumnya aku mohon maaf
kepadamu, seharusnya aku mengungkapkan ini bukan lewat tulisan. Bukan aku tidak
menghormatimu, tetapi nampaknya kesempatan dan waktumu untuk kita berbicara
langsung tidaklah memungkinkan. Maaf aku mengganggumu.

 

Girl….! ini adalah
pengakuan kejujuranku atau katakanlah ini adalah pengakuanku yang sebenarnya.

 


Ketika waktu itu kamu datang padaku,
curhat dan membawa segala permasalahanmu.  Aku menyambutmu dengan
keraguan dan hanya mendengarkan serta menganalisa problemmu itu.Tetapi
setelah aku tahu semuanya, aku berusaha untuk mencarikan jalan dari
problemmu itu. Ketika solusiku sedikit berhasil, kaupun sering datang
padaku……

Maka aku sangat senang dan gembira bisa berteman
dan bersahabat denganmu. Bisa saling cerita dan ngobrol. Walau kemudian aku
tahu tujuanmu yang sebenarnya. Sekali lagi aku sangat senang dan gembira
bersahabat dengan banyak orang, apalagi dengan gadis sebaik, secantik dan
seramah kamu. Kau gadis yang pintar dan cerdas, aku banyak bertukar pikiran
denganmu. Kemudian aku bersimpati terhadap rasa sukamu pada seseorang dan aku
sedikit tahu seberapa dalam rasa cintamu padanya. Atas dasar itu aku kemudian
turut memanjatkan doa, agar kau mendapatkan orang yang kau cintai itu. Aku
mohon maaf, apakah kau menyukai caraku ini ataupun tidak.

 

Tetapi seiring dengan
berjalannya waktu, ada satu hal yang aku takutkan, yaitu; kenyataan bahwa rasa
sayangku pada semua orang, kini mulai terfokus pada dirimu. Yang kemudian rasa
sayang itu bertambah dan berganti menjadi rasa cinta padamu.

 

Girl…! maafkanlah aku
yang telah jatuh cinta padamu. Dan aku telah menghianati rasa pertemanan kita yang
sudah berjalan baik, dengan menggantinya dengan rasa cinta, yang seharusnya
mungkin tidak boleh terjadi.

 

Sebenarnya aku telah
berusaha mati-matian untuk tidak tergelincir kedalam situasi seperti ini. Namun
semakin aku berusaha untuk bertahan, maka
semakin kencang dan besar gelombang cinta menerpa kalbuku.

 

Rasa cinta dan
kerinduanku padamu, ingin rasanya aku netralkan, tetapi aku tidak bisa. Malah
bayangan kebaikan dan keramahanmu, semakin jelas tergambar. Maafkanlah girl…!,
mengapa aku ingin menetralkannya?. Karena aku tahu, engkau tidak menginginkan
aku jatuh cinta padamu, aku tahu kamu tidak akan menerimanya. Aku takut, kau
hanya akan tertekan dengan kenyataan ini, bahwa orang yang mencintaimu adalah
orang yang bukan kau inginkan.

 

  Girl….! aku sadar cintaku padamu adalah
seperti pungguk rindukan bulan. Dan hampir tiga bulan terakhir ini aku
merasakan kegetiran kerinduan, yang aku
tidak berani mengungkapkannya. Yeah, aku penakut dan pengecut. Aku takut dengan
perasaanku sendiri. Aku takut dengan cintaku malah hanya akan menyakitimu saja.
Biarlah hatiku dan perasaanku saja yang sakit, tetapi tidak orang yang aku
sayangi.

 

My girl…!

 

Aku minta maaf yang setulus-tulusnya dari keagungan
hati, bahwa aku telah lancang mencintaimu.

 

Aku tidak memintamu
untuk mencintai aku!. Aku tidak memintamu agar kau membalas cintaku…!

 

Aku juga tidak berdoa pada Tuhan, agar kau jatuh
cinta padaku. Karena aku tahu, cintamu untuk siapa…? Karena aku tahu, aku tidak
layak dan tidak pantas mendapatkan cintamu yang agung. Dan bila ternyata, ada orang yang mencintai
aku, maka aku akan menjaganya dengan kesetiaan dan kejujuran. Kesetiaan dan
kejujuran yang aku pelajari sejak aku ada. Kesetiaan yang aku pelajari dari
pengalaman dan tuntunan.

 

Entahlah mengapa aku
cengeng kali ini? Atau mungkin aku terkena tulah doaku sendiri?. Aku sering
merenung dan mengkaji diri. Terkadang aku bertanya pada Tuhan. Mengapa Tuhan
anugrahkan rasa cinta yang menggebu, bila memang tidak untuk dipersatukan dan
dipersamakan?. Walau ada pepatah mengatakan; bahwa cinta itu tidak selamanya
harus saling memiliki, tapi sampai kapan
itu harus berlaku?. Haruskah seperti itu selamanya?

 

Girl..!, maafkan bila
cara mencintaiku ini salah dan tidak berkenan di hatimu. Dan bila itu, kau
tidak menginginkannya serta hanya menyinggung perasaanmu saja. Maka aku akan
terima bila kau ingin mencaciku, membenciku, atau malah ingin mempermalukanku
dan menamparku di depan umum. Kau, boleh melalukannya, dan aku akan menerimanya
dengan tulus dan ikhlas.

 

Tapi girl..! aku
mohon, biarkan dan izinkanlah aku untuk terus mencintai dan menyayangimu dengan
tulus, walau hanya dalam pengakuanku saja.

Biarkan dan izinkanlah aku untuk terus dan tetap berdoa pada Tuhan
Yang Maha Kuasa, agar kau selalu mendapat kebahagiaan, keselamatan dan selalu
mendapatkan apa yang kau cari dan kau inginkan. Agar Tuhan, selalu
memberikanmu, rahmat, anugrah kesehatan dan mendapatkan orang yang kau cintai
dengan tulus. Agar Tuhan selalu
memberikanmu kebaikan, keimanan dan kecantikan yang hakiki dan sempurna. Semoga
kau menjadi istri yang sholehah. Semoga Tuhan, mengabulkan doa-doamu.

Girl..! sekali lagi,
maafkanlah segala kesalahanku padamu,
segala perlakuanku padamu yang tidak berkenan dan menyinggung perasaanmu.

 

My Girl…!

 

Ini adalah pengakuan kejujuranku padamu, semoga ini akan mencairkan
segala ganjalan yang selama ini kita
rasakan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi beban yang selama ini menggelayut
didalam hati dan pikiranku. Terus terang saja aku takut kehilangan kamu, walau
aku tahu kau bukan milikku.

Dengan ini aku tidak bermaksud membuatmu tertekan ataupun
tersinggung. Aku harap persahabatan kita tetap berlangsung dengan baik dan tanpa ganjalan.

Girl…! terima kasih
yang sebesar-besarnya aku persembahkan buatmu atas waktunya membaca tulisan
ini, atas segala pengertianmu dan pemahamanmu. Terima kasihku tak terhingga.
Sekian.

 

 

 

 

    Segala hormat dan kekagumanku untukmu… 



No Comment

Leave a Reply